|
PT Artha Prima Finance menargetkan pembiayaan baru (new booking) pada tahun depan tembus Rp1,03 triliun atau meningkat 38% dibandingkan dengan target tahun ini Rp750 miliar seiring dengan proyeksi pembiayaan yang terus meningkat. Direktur Utama Artha Prima Finance Junus Elim Leatemia mengatakan kenaikan target tersebut selain ditunjang asumsi makro yang positif juga didorong oleh pencapaian pembiayaan baru pada Oktober yang sudah mencapai Rp624 miliar atau hampir mendekati target tahunan. "Pada tahun depan kami targetkan bisa mencapai booking di atas Rp1 triliun menyusul prediksi ekonomi yang kian baik. Kami optimistis dengan pasar pembiayaan pada tahun depan mengingat indikasinya sudah terlihat tahun ini," katanya kepada pers dalam Paparan Kinerja 5 Tahun di Jakarta, kemarin. Junus yang sebelumnya menjabat wakil direktur utama ini mengatakan pencapaian Rp624 miliar pada Oktober tersebut terbagi atas pembiayaan truk sebesar Rp360 miliar, minibus Rp108 miliar, pikap Rp96 miliar, angkutan kota (angkot) Rp15 miliar, dan kendaraan lainnya sebesar Rp45 miliar. "Pembiayaan kami 99% fokus pada kendaraan bekas, kami rasa pasar ini sangat luas sehingga tak cukup satu perusahaan yang menjalani ini," katanya. Lebih lanjut Junus mengatakan optimistis itu muncul atas dasar beberapa indikator yakni cabang perusahaan yang sudah mencapai 41 yang tersebar di lima pulau. Selain itu, meningkatnya hasil bumi seperti kakao, kelapa sawit, karet, batu bara, dan sebagainya juga menjadi hal penting yang mampu mendorong kenaikan daya beli masyarakat. Komisaris Utama Artha Prima Finance Budi Sunardi yang sebelumnya menjabat direktur utama menambahkan perusahaan yang berdiri pada 2 Oktober 1989 ini sudah memiliki jaringan pelayanan usaha di berbagai pulau maupun sejumlah kota yang ada di Tanah Air a.l Sumatra (6 kota), Jawa Barat (16 kota), Jawa Tengah dan Yogyakarta (5 kota). Selain itu di Jawa Timur (3 kota), Bali (1 kota), Kalimantan (6 kota), dan Sulawesi (4 kota). (Bisnis Indonesia - Kamis, 12 November 2009)
|