|
PT Indomobil Finance Indonesia (Imfi) menyiapkan total dana sekitar Rp2,9 triliun dari sedikitnya 15 bank guna mendukung penyaluran pembiayaan pada semester I/2010 melalui pinjaman yang sebagian besar dengan skema pembiayaan bersama (joint financing). Hampir setengah dari total dana tersebut sudah diperoleh dari delapan bank sebesar Rp1,4 triliun sementara sisanya Rp1,5 triliun masih menunggu proses dari tujuh bank yang sedang bekerja sama dengan anak usaha Indomobil Group ini. Direktur Imfi Gunawan mengatakan saat ini pihaknya sudah menyiapkan dana Rp1,4 triliun dari delapan bank guna penyaluran pembiayaan pada paruh pertama tahun ini. Sebagian besar bank tersebut adalah bank yang sudah menjalin kerja sama sebelumnya seperti Bank Mandiri, Bank Permata, dan Bank Sinar Mas. "Kami sudah siapkan dananya untuk penyaluran kredit. Fasilitas pinjaman ini dari bank-bank yang memang sebagian juga dari sebelumnya dengan skema joint financing, pinjaman bilateral, dan modal kerja," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu. Adapun, tujuh bank lain yang masih dalam proses tersebut belum dapat diinformasikan dengan besaran dana antara Rp1 triliun dan Rp1,5 triliun. "Kami juga sedang menunggu signing dari tujuh bank lagi dan tidak bisa disebutkan dengan besaran yang cukup sehingga kebutuhan dana kami sudah aman," katanya. Selain mengandalkan pinjaman bank, sebelumnya Gunawan juga mengungkapkan pada tahun ini pihaknya menjajaki penerbitan obligasi atau surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sebesar Rp300 miliar-Rp500 miilar pada kuartal II/2010 untuk menopang ekspansi bisnis. Penerbitan obligasi tersebut, ujarnya, bukan untuk membayar kewajiban pelunasan utang jatuh tempo pada tahun ini melainkan untuk menyokong pertumbuhan bisnis perusahaan dalam menyambut tahun bisnis ini. Tahun ini, katanya, penyaluran pembiayaan baru ditargetkan mencapai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun seiring dengan positifnya kinerja tahun lalu. Presiden Direktur Imfi Jusak Kertowidjojo menambahkan target perusahaan pada tahun lalu hanya sebesar Rp1,5 triliun di mana lebih rendah dari perolehan 2008 yang mencapai Rp1,7 triliun. (Bisnis Indonesia - Selasa, 26 Januari 2010)
|