|
Tahun ini, ada potensi penurunan bunga pinjaman perusahaan pembiayaan atau multifinance. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia mengatakan, bunga multifinance berpotensi turun antara 0,5% hingga 1%. Penurunan ini seiring dengan dengan susutnya bunga perbankan hingga 1% di tahun 2010. "Bunga multifinance tergantung dari bank, jika bank turun maka akan turun. Tapi, kalau melihat tren inflasi harusnya bisa turun hingga 1%," ucapnya. Salah satu pemicu penurunan suku bunga perbankan adalah tingkat inflasi rendah yang diimbangi dengan kondisi perekonomian yang stabil. "Seharusnya bunga turun, karena inflasi rendah. Apalagi, bunga kita termasuk tinggi dibandingkan negara lain," katanya. Tahun ini, tingkat suku bunga kredit perbankan, lanjut Wiwie berpotensi turun hingga level 10%. "Sekarang sudah 12%, seharusnya malah bisa turun hingga mencapai 10%," terangnya. Nah, bila bunga kredit turun, bunga pinjaman multifinance juga akan turun. Wiwie pun menilai, situasi perekonomian tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Ia optimis perekonomian akan berjalan baik sehingga bunga kredit perbankan akan turun. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal APPI Denis Firmansjah mengungkapkan, sebanyak 70% sumber dana multifinance berasal dari perbankan. Sisanya, sebesar 30% dana multifinance berasal dari surat berharga seperti obligasi dan medium term note (MTN). "Jadi, kalau bunga kredit bank turun, tentu bunga pinjaman multifinance ikut melandai," kata Dennis. Saat ini, bunga multifinance berada di kisaran 18% hingga 20%. Dennis pun menilai, bunga pinjaman multifinance saat ini masih dalam batas wajar. Bunga itu masih lebih kecil dibandingkan dengan bunga pinjaman di awal tahun lalu yang berkisar di 25%. "Bunga saat ini tidak membebani konsumen," katanya. (Kontan online - Rabu, 03 Maret 2010)
|